Basket merupakan salah satu cabang olahraga yang menjadi salah satu cabang olaharaga yang sangat populer dari semua cabang olahraga. Basket dapat digunakan sebagai pembentuk motorik dasar baik untuk dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam cabor olahraga. Dengan basket, suatu pengembangan dapat dibuat dalam gerakan yang strukturnya jelas dan tepat. Hal ini membuat basket menjadi lebih penting dan populer. Basket salah satu bagian dari mata pelajaran yang perlu dikuasai dengan oleh mahasiswa pendidikan olahraga, sehingga mahasiswa memiliki kemampuan untuk memberikan materi atletik di sekolah. Untuk itu, bahan ajar ini mencoba untuk menjelaskan konsep dasar dalam mempelajari basket.

Diharapkan setelah membaca bahan ajar ini, mahasiswa memahami konsep-konsep dasar dalam basket dan dapat mengembangkannya menjadi konsep yang lebih lanjut, mahasiswa juga diharapkan dapat menyederhanakan dan menyelesaikan suatu permasalahan dengan menggunakan konsep-konsep yang sudah ada. Mata kuliah ini ditawarkan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga FKIP UNSAM dengan beban sebanyak 2 SKS. Mata kuliah ini ditawarkan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa dalam memahami konsep-konsep matematis yang akan digunakan pada mata kuliah lainnya. Mata kuliah mencakup teknik gerakan, peraturan, dan peralatan nomor atletik yang dipertandingkan dan diajarkan disekolah. Bahan ajar ini berusaha sejauh mungkin memberikan dasar-dasar teori maupun contoh soal beserta penyelesaiannya yang diperlukan pada mata kuliah lainnya.


Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang menjadi induk dari semua cabang olahraga, maka dari itu atletik sering disebut sebagai “the Mother of Sports”. Atletik dapat digunakan sebagai pembentuk motorik dasar baik untuk dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam cabor olahraga. Dengan atletik, suatu pengembangan dapat dibuat dalam gerakan yang strukturnya jelas dan tepat. Hal ini membuat atletik menjadi lebih penting dan populer. Atletik salah satu bagian dari mata pelajaran yang perlu dikuasai dengan oleh mahasiswa pendidikan olahraga, sehingga mahasiswa memiliki kemampuan untuk memberikan materi atletik di sekolah. Untuk itu, bahan ajar ini mencoba untuk menjelaskan konsep dasar dalam mempelajari atletik.

Diharapkan setelah membaca bahan ajar ini, mahasiswa memahami konsep-konsep dasar dalam atletik dan dapat mengembangkannya menjadi konsep yang lebih lanjut, mahasiswa juga diharapkan dapat menyederhanakan dan menyelesaikan suatu permasalahan dengan menggunakan konsep-konsep yang sudah ada. Mata kuliah ini ditawarkan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga FKIP UNSAM dengan beban sebanyak 2 SKS. Mata kuliah ini ditawarkan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa dalam memahami konsep-konsep matematis yang akan digunakan pada mata kuliah lainnya. Mata kuliah mencakup teknik gerakan, peraturan, dan peralatan nomor atletik yang dipertandingkan dan diajarkan disekolah. Bahan ajar ini berusaha sejauh mungkin memberikan dasar-dasar teori maupun contoh soal beserta penyelesaiannya yang diperlukan pada mata kuliah lainnya.


A.    Deskripsikan Mata Kuliah

            Pada mata kuliah ini mahasiswa belajar konsep pembelajaran penjas di sekolah dan konsep dasar evaluasi pendidikan jasmani dan olahragaMelalui mata kuliah ini diharapkan  mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan dan wawasan tentang teori, masalah dan perencanaan, kemampuan menganalisis dan menerapkan teori-teori evaluasi PJOK bagi sarjana  pendidikan olahraga sangat diperlukan, agar mahasiswa dapat  diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran PJOK yang selama ini sedang berkembang

B. Capaian Matakuliah

Kemampuan terakhir yang diharapkan dari modul ini menyajikan konsep dasar gejala jiwa manusia dalam bidang pendidikan dan penerapannya, yang meliputi konsep dasar psikologi, bentuk-bentuk gejala psikis, perbedaan individu, belajar dan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar serta diagnostic kesulitan belajar

C. Referensi

Agus, Mahendra. 2002.  Perkembangan, Pertumbuhan, dan Kebutuhan Anak. FPOK IKIP Bandung.

Akhmad Imran. 2016. Sumber Belajar Penunjang PLPG 2016. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Jakarta.

Herman Subarjah. 2005. Pendidikan Jasmani dan Olahraga, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. Universitas Pendidikan Indonesia.

Landy M. Joane, Landy J. Maxwell. 1992. P.E. Activities, Ready-to-Use for Grades K-2, Complete Physical Education Activities Program, Parker Publishing Company, West Nyack, New York.

Lutan Rusli, dkk. 1997. Manusia dan Olahraga, Seri Bahan Kuliah  Olahraga di ITB. Kerja sama ITB dan FPOK IKIP Bandung.

Malina, Robert M., dan Bouchard, Claude. 1991. Pengetahuan Umum Penjaskes. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Nur, Lutfi. 2016. Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Bandung: Rizqi Press.


 


Mata Kuliah ini merupakan mata kuliah wajib pada program studi Pendidikan Olahraga S1dengan kode PJR423. Pada perkuliahan ini dibahas sejarah perkembangan dan organisasi  Pencak silat di tingkat nasional, regional, dan  internasional.  Perkuliahan ini membahas  teknik, taktik dan strategi beladiri Pencak silat beserta penerapan peraturan permainan dan pertandingannya. Dalam perkuliahan ini pula dibahas  didaktik dan metodik pembelajaran Pencak silat.


Mata Kuliah ini merupakan mata kuliah wajib pada program studi Pendidikan Olahraga S1dengan kode PJR637. Selesai mengukuti perkuliahan ini  diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan tentang, tujuan pendidikan jasmani dan olahraga adaptif, peran dan fungsi penjas adaptif, jenis-jenis anak berkebutuhan khusus, faktor-faktor penyebab anak berkebutuhan khusus, materi dan program penjas adaptif, metode pembelajaran, pengembangan strategi pembelajaran, pembelajaran afektif, modifikasi pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus. Pelaksanaan kuliah menggunakan pendekatan ekspositori dalam bentuk ceramah dan diskusi yang dilengkapi dengan penggunaan media pembelajaran elektronik, power point dan pendekatan inkuiri yaitu penyelesaian tugas. Tahap penguasaan mahasiswa selain melalui UTS dan UAS, juga dari tugas-tugas membuat tugas permainan modifikasi untuk anak berkebutuhan khusus.