Mata kuliah Evaluasi Pembelajaran Geografi merupakan kajian mengenai prinsip-prinsip pengukuran dan penilaian, pelaksanaan pengukuran, serta pengambilan keputusan berkaitan dengan pembelajaran Geografi. Kompetensi yang diharapkan adalah membentuk penguasaan dalam membuat instrumen pengukuran, melaksanakan pengukuran, menganalisis data hasil pengukuran baik dengan prosedur kuantitatif maupun kualitatif serta mengambil keputusan pembelajaran yang efektif. Materi perkuliahan meliputi pengertian, jenis dan fungsi evaluasi, penilaian bentuk tes dan non tes, penyusunan instrumen penilaian, validitas dan reliabilitas instrumen, cara pengolahan hasil pengukuran, serta cara menentukan hasil belajar untuk pengambilan keputusan dalam pembelajaran Geografi

Mata kuliah Filsafat Geografi merupakan mata kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa pendidikan geografi di seluruh Indonesia. Hal ini sesuai dengan rekomendasi dari Forum Pimpinan Geografi seluruh Indonesia yang menetapkan mata kuliah tersebut sebagai mata kuliah wajib. Mata kuliah tersebut sangat penting untuk diajarkan kepada mahasiswa geografi. Mata kuliah Filsafat Geografi merupakan dasar yang harus dipahami secara mendalam oleh mahasiswa. Mata kuliah tersebut memberikan pemahaman dasar mengenai keilmuan geografi. Filsafat geografi akan mengkaji secara komprehensif terkait dengan aspek ontologi, epistimologi, dan aksiologi dalam ilmu geografi.

Secara spesifik, mata kuliah ini akan banyak membahas mengenai beberapa komponen, yaitu: (1) Sejarah perkembangan geografi, (2) Perkembangan paradigma ilmu geografi, (3) Paradigma determinisme,posibilisme dan probabilisme, (4) paradigma bentang lahan dan wilayah dalam  geografi, (5) Paradigma positivisme dan kaitan antara revolusi kuantitativ dan kaitannya dengan  munculnya paradigma organisasi keruangan dalam suti geografi, (6) geografi sebagai ilmu sintesis , (7) Hakekat ilmu geografi, (8) Struktur keilmuan geografi :demensi ontologis, epistimologis, dan aksiologis , (9) obyek geografi dan geosfer sebagai sebuah sistem, (10) Pendekatan studi Geografi : Keruangan, kelingkungan dan kewilayahan, (11) Ekspos tentang berbagai model studi geografi .

 

A.   Kegunaan Mata Kuliah

Mata kuliah Filsafat geografi sangat penting untuk diajarkan kepada mahasiswa. Hal ini dikarenakan para geograf (khususnya di Indonesia) terjebak pada ilmu bantu geografi dan sering bersinggungan dengan rumpun ilmu. Kondisi tersebut diperparah oleh semakin besarnya kecendurangan spesialisasi ilmu geografi yang meliputi geografi fisik, sosial dan teknik. Akibatnya geografi tidak lagi dimaknai sebagai suatu ilmu yang utuh. Kondisi tersebut membuat geografi terkesan tidak memiliki ciri khas dan termarginalkan.

Selain itu, dalam konteks pendidikan geografi, fakta menunjukkan bahwa kondisi pembelajaran geografi yang berlangsung di sekolah Indonesia mulai tingkat dasar sampai menengah cenderung menghafal konsep (nama sungai, danau, negara, ibukota, dll). Hal ini terlihat dari buku teks yang beredar di pasaran dan digunakan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran didominasi oleh fakta/data dan konsep. Buku teks tersebut tidak mengarahkan siswa untuk berfikir kritis dan analitis. Hal ini membuat pembelajaran geografi yang berlangsung di sekolah menjadi tidak menarik bagi siswa.

Kondisi tersebut berbeda dengan di beberapa negara maju, misalnya di Amerika. Kurikulum geografi telah dirancang berbasis kehidupan. Kurikulum tersebut membekali siswa kompetensi – kompetensi dasar yang harus dikuasi untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Pembelajaran geografi yang berlangsung di sekolah pada hakikatnya membentuk geocapabilities. Kegiatan menghafal fakta dan konsep telah ditinggalkan. Siswa diarahkan untuk berfikir kritis dan analitis terhadap berbagai perbedaan dan persamaan.

B.   Kompetensi Dasar

1.   Mahasiswa mengetahui sejarah perkembangan geografi

2.   Mahasiswa dapat mengetahui perkembangan paradigma geografi

3.   Mahasiswa dapat membedakan paradigma  determinisme, possibilisme dan probabilisme  dalam studi geografi

4.   Mahasiswa dapat membedakan paradigma bentang lahan dan wilayah dalam studi geografi.

5.   Mahasiswa dapat mengkaitkan  antara paradigma positivisme , revolusi kuantitativ dan  paradigma organisasi keruangan dalam ilmu geografi.

6.   Mahasiswa dapat  mengetahui geografi sebagai ilmu sistesis

7.   Mahasiswa dapat memahami hakekat  ilmu geografi.

8.   Mahasiswa dapat membedakan  keilmuan geografi  dari demensi ontology, epistimologi dan aksiologi.

9.   Mahasiwa dapat mengetahui obyek studi geografi dan geosfer sebuah system.

10.        Mahasiswa dapat membedakan  studi geografi  dengan pendekatan keruangan, kelingkungan dan komplek wilayah.

11.        Mahasiwa dapat membedakan  berbagai model studi geografi.

 

C.   Kemampuan Akhir yang Diharapkan

Kemampuan akhir yang akan dicapai dari mata kuliah filsafat geografi adalah mahasiswa memiliki pemahaman yang mendalam mengenai pendekatan yang digunakan dari perspektif geografi. Pengetahuan tentang konsep dasar keilmuan geografi tersebut akan menjadi dasar bagi mahasiswa geografi dalam melakukan kajian keilmuan geografi. Hal ini akan membedakan objek kajian geografi dari bidang ilmu lain yang juga mengkaji tentang llmu bumi.

 

D.  Susunan Judul Modul dan Keterkaitan antar Modul (Peta Kedudukan Modul)

Modul ini terdiri dari beberapa komponen, yaitu: (1) Sejarah Perkembangan Ilmu Geografi, (2) Hakikat keilmuan Geografi, (3) Pendekatan Geografi, (4) Ontologi, epistimologi, dan aksiologi dalam ilmu geografi, (5) Studi kasus terkait dengan penerapan objek material dan formal dalam kajian geografi.

Modul 1 sampai 5 saling memiliki keterkaitan antar modul. Modul menjelaskan mengenai sejarah perkembangan ilmu geografi. Modul 2 secara spesifik membahas mengenai hakikat keilmuan geografi. Ini lebih menekankan pada hakikat sebenarnya dalam kajian geografi. Hal tersebut terkait dengan objek formal dan material dari kajian filsafat geografi.

 


Geografi lingkungan cenderung pada geografi manusia atau intergrasi geografi manusia dan fisik dalam memahami perubahan lingkungan global. Geografi lingkungan menggunakan pendekatan holistik. Geografi lingkungan melibatkan beberapa aspek hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan. Obyek material geografi lingkungan berkenaan dengan manusia dan lingkungannya. Lingkungan manusia dapat berupa lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik berupa tanah, air, udara, tanaman, dan hewan. Lingkungan sosial berupa struktur, kultur dan interaksi dengan sesama manusia. Obyek formal geografi lingkungan berupa pendekatan yang digunakan dalam memahami obyek material. Dalam hal itu dikenali pendekatan kelingkungan (ecological approach).

            Mata kuliah ini akan membekali mahasiswa agar memahami: (1) konsep dasar lingkungan; (2)  ekosistem dan sistem pendukung kehidupan, (3) energi dan kehidupan, (4) daur biogeo-kimia, (5) asas-asas faktor pembatas; (6) populasi dan komunitas ; (7) adaptasi dan evolusi (8) Asas lingkungan hidup, (9) Tindakan untuk menghadapi krisis lingkungan, (10) Konsep dasar pengelolaan lingkungan hidup, (11) Lingkungan hidup alam, (12) Lingkungan hidup sosial, (13) Lingkungan hidup buatan, (14) Etika lingkungan, (15) Kebijakan pengelolaan lingkungan.


A.    Deskripsikan Mata Kuliah

            Pada mata kuliah ini mahasiswa belajar tentang ciri-ciri desa dan kota, klasifikasi,  ruang lingkup,  tipologi desa dan klasifikasi kota, struktur keruangan, masalah yang dihadapi, perencanaan, dan pembangunannya. Melalui mata kuliah ini diharapkan  mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan dan wawasan tentang teori, masalah dan perencanaan, kemampuan menganalisis dan menerapkan teori-teori perkotaan/perdesaan bagi sarjana  pendidikan geografi sangat diperlukan, agar mahasiswa dapat  diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah perkotaan/ perdesaan yang selama ini sedang berkembang


B. Capaian Pembelajaran

Kemampuan akhir yang diharapkan dalam mempelajari modul geografi desa kota ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pengertian, ruang lingkup, dan pendekatan geografi perdesaan, Pengertian,  ciri, ruang lingkup, dan pendekatan geografi perkotaan dan interaksi desa kota


C. Referensi

https://www.ajarekonomi.com/2016/06/pembangunan-wilayah-perkotaan-urban.html 

Sumber: Tesis Fenti Novita, Pengaruh Perkembangan Ekonomi Kota Bandar Lampung
Terhadap Perkembangan Kawasan Pesisir (Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Kota Universitas Deponegoro Tahun 2003

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kota: Pengertian, Klasifikasi, Ciri, dan Fungsinya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: 
https://bit.ly/3g85pkA
iOS: 
https://apple.co/3hXWJ0L

 Daljoeni, N. 1986. Masalah Penduduk dalam Fakta dan Angka. Bandung: Alumni.

––––– .1986.Geografi Kota dan Desa, Bandung: Alumni.

Bintarto,R.,1983. Interaksi Desa- Kota. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Supermini(2004), diktat Geografi Perdesaan. Yogyakarta

 

 


A.   Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini memberikan pemahaman mahasiswa tentang pengertian, lingkup perencanaan wiiayah dan perkembangan wilayah,  pembangunan sebagai suatu sistem dalam geografi, konsep wilayah dalam geografi pembangunan dan perencanaan, landasan perencanaan wilayah, berbagai pendekatan dan aplikasi teori dalam perencanaan pembangunan, perencanaan tata ruang, langkah-langkah dalam proses perencanaan wilayah, dapat mengidentifikasi pembangunan perwilayahan di Indonesia serta mampu menganalisis dampak lingkungannya. Geografi pembangunan diperlukan untuk menyusun rancangan atau perencanaan pembangunan suatu wilayah. Memperhatikan aspek geografi dalam pembangunan berarti memperhatikan keselarasan kebijakan mengelola alam dan hubungannya dengan manusia sehingga tidak terjadi kerusakan alam yang justru merugikan manusia.


B.   Kemampuan Akhir yang Diharapkan

Setelah berpartisipasi secara aktif dalam proses perkuliahan Geografi pembangunan, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan:

a)      Menganalisis berbagai unsur geografi dalam pembangunan

b)      Menyusun perencanaan suatu wilayah atas dasar potensinya

c)      Menganalisis dampak lingkungan.


C. REFERENSI

Alatas, S.H. 1988. Mitos Pribumi Malas: Citra Orang Jawa, Melayu Dan Filipina Dalam Kapitalisme Kolonial. Jakarta: LP3ES.

 

Alisjahbana, Sutan Takdir. 1988. Kebudayaan Sebagai Perjuangan. Jakarta: PT. Dian Rakyat.

 

Budiman, Arief. 1996. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

 

Budiman, Arif Frank dan Andre Gunder. 1984. Sosiologi Pembangunan dan Keterbelakangan Sosiologi. terj. Jakarta: Pustaka Pulsar.

 

Boelaars, Y. 1984. Kepribadian Indonesia Modern, Suatu Penelitian Antropologi Budaya. Jakarta: PT. Gramedia.

 

Budhisantoso, S. 1989. Petani dan Pembangunan, dalam Berita Antropologi, Tahun xiii, No.46, April-Juni 1989. Jurusan Antropologi FISIP UI.

 

Garna, Yudistira K. ed. 1993. Tradisi Transformasi Modernisasi dan Tantangan Masa Depan di Nusantara. Bandung: Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran.

 

Garna, Yudistira K.1999. Teori Sosial dan Pembangunan Indonesia: Suatu Kajian Melalui Diskusi. Bandung: Primaco Academika.

 

Harjanto, N. Teguh Budi. 1998. Memajukan Demokrasi Mencegah Disintegrasi sebuah Wacana Pembangunan Politik. Yogyakarta: Tiara Wacana.

 

Hardjasoemantri, Koesnadi. 1992. Hukum Tata Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.


 



Mata kuliah Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah program pendidikan yang membahas tentang SIG, mulai dari pengertian dan konsep dasar, sistem SIG, data spasial dan basis data SIG. Mata kuliah SIG  merupakan mata kuliah wajib berbobot 2 sks yang terdapat pada semester enam. Mata kuliah ini memberikan pemahamanan kepada mahasiswa tentang penyajian informasi melalui pembuatan peta.  Seluruh materi pada modul akan dilakukan dalam 16 kali pertemu an dan dilakukan pertemuan tambahan jika diperlukan.


Mata kuliah komputer merupakan mata kuliah wajib berbobot 2 sks yang terdapat pada semester dua. Mata kuliah ini memberikan pemahamanan kepada mahasiswa tentang mengolah data dengan menggunakan aplikasi pada komputer. Ada dua jenis aplikasi yang disajikan pada modul ini yaitu Ms.Word dan Ms. Excel. Seluruh materi pada modul akan dilakukan dalam 16 kali pertemuan dan dilakukan pertemuan tambahan jika diperlukan. 


Mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah dan Seminar Geografi adalah mata kuliah wajib tempuh bagi mahasiswa yang bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan sehingga menghasilkan satu karya tulis yang berkualitas dengan cara yang benar. Mata kuliah ini membahas jenis-jenis karya ilmiah, cara menyusun karya tulis, dan praktik membuat karya tulis. Strategi kuliah meliputi kegiatan tatap muka, diskusi dan atau bedah buku/artikel dan kajian peraturan penulisan karya tulis. Evaluasi dilakukan melalui tes tertulis, tugas presentasi, diskusi, keaktifan dalam perkuliahan, dan aktivitas diskusi.

Indonesia merupakan negara kepulauan (archipelago state) yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Kita juga memiliki wilayah laut yang sangat luas di mana terdapat tiga macam wilayah perairan berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional, yaitu perairan laut teritonial, zone ekonomi eksklusif (ZEE), dan landas kontinen. Sehingga wajar apabila sekarang ini dan laut Indonesia merupakan sasaran dan harapan baru dalam memenuhi kesejahteraan rakyatnya. Beralihnya pemanfaatan SDA pesisir dan laut tidak hanya didasarkan pada alasan kekayaan SDA tersebut yang kita miliki. Melainkan ada alasan lain dimana sepanjang dasawarsa terakhir ini, pengelolaan sumberdaya di darat telah menimbulkan degradasi lahan, hutan, dan air serta kerusakan lingkungan yang mengancam kelestariannya. Bukan mustahil, apabila ke depan dan laut Indonesia juga akan mengalami nasib JUsama seperti di darat, karena pengelolaannya yang kurang baik. Gejala-gejala ke arah sana, sesungguhnya sudah mulai nampak saat ini. Kasus di Teluk Buyat, penambangan pasir di Riau, pendangkalan Sagaraanakan, dan sebagainya merupakan bukti-bukti yang dapat kita saksikan sebagai bentuk kerusakan lingkungan di dan laut. Pada bab ini, kalian mempelajari tentang permasalahan lingkungan biogeofisik lain, yaitu di dan laut. Hal ini sangat penting untuk dipahami, mengingat berbagai permasalahan kerusakan lingkungan di wilayah ini akibat tingkat ekstraksi yang berlebihan dan tidak memperhatikan aspek keberlanjutan, telah menimbulkan ancaman kerugian ekologi. Pantai (shore atau beach, dalam bahasa Inggris) adalah kenampakan alam yang menjadi batas antara wilayah yang bersifat daratan dengan wilayah yang bersifat lautan.