Dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang berbasis kompetensi tidak dapat dilaksanakan dengan baik tanpa adanya berbagai penunjang perkuliahan, salah satu diantaranya ketersediaan buku ajar. Buku ajar merupakan salah satu bagian yang dapat menunjang proses pembelajaran yang berbasis kompetensi.  Ketersediaan buku ajar pada setiap mata kuliah dapat membantu proses belajar mengajar baik bagi dosen mata kuliah, maupun bagi mahasiswa. Bagi dosen mata kuliah, ketersediaan buku ajar dapat membantu terlaksananya proses belajar mengajar secara effektif, efisien, dan interaktif, sehingga dapat merangsang keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar mengajar. Bagi mahasiswa ketersediaan buku ajar dapat membantu mahasiswa untuk aktif secara mandiri dalam melakukan pembelajaran, dan tidak lagi bergantung penuh pada materi yang di berikan dosen, selain itu juga dapat membangkitkan keingintahuaan lebih banyak sehingga merangsang dan memunculkan potensi yang dapat diaktualisasikan secara maksimal.

            Mata kuliah Ilmu dan Teknik Pengendalian Gulma merupakan mata kuliah  wajib bagi mahasiswa jurusan agroteknologi yang memilih agronomi. Di dalam buku ajar ini diuraikan masalah-masalah yang berkaitan dengan keberadaan gulma di lahan pertanian, perkembangan ilmu gulma, biologi dan ekologi gulma, karakteristik gulma, identifikasi gulma, dan pengelolaan gulma. Pertanian di Indonesia merupakan tulang punggung dalam perekonomian di Indonesia hingga sekarang ini. Dukungan sumberdaya alam Indonesia memiliki potensi dalam pengembangan usaha produktif di bindang pertanian.  Sumberdaya alam Indonesia sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan organisme, selain itu juga dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan organisme pengganngu tanaman (OPT).

            Hama, penyakit, dan gulma merupakan bagian dari organisme pengganggu tanaman (OPT). Keberadaan ke tiga kelompok tersebut selalu berinteraksi dengan kegiatan manusia di bidang pertanian. Gulma akan selalu berinteraksi dengan tanaman budidaya, karena itu pertama sekali yang ditemukan para petani di lahan budidayanya adalah gulma, bukan hama dan penyakit. Selain itu keberadaan gulma di lahan pertanian juga dapat berperan sebagai tumbuhan inang bagi perkembangan hama dan penyakit. Dalam perkembangannya, di antara ketiga kelompok OPT tersebut, perkembangan ilmu gulma terhitung sangat lambat. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa alasan, pertama terdapatnya perbedaan intensitas serangan dari ke tiga organisme tersebut. Hama dan penyakit dalam waktu singkat dapat menyebabkan kegagalan usaha tani, sedangkan kerugian yang disebabkan oleh gulma terjadi secara perlahan selama gulma tersebur terus berinteraksi dengan tanaman.

            Awal perkembangan ilmu gulma terjadi sejak ditemukannya herbisida 2,4-D dan para ilmuan saat itu melihat prospek yang lebih baik dalam pengembangan ilmu gulma. Ilmuan-ilmuan baik di lingkungan perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga mulai tertarik untuk mencari alternatif senyawa kimia lainnya yang bersifat herbisidal. Sejak saat itu perkembangan ilmu gulma mulai terlihat, dan pada tahun 1980-an ilmu gulma telah disejajarkan dengan ilmu hama dan panyakit.


Mata kuliah ini membahas tentang: Pengertian dan ruang lingkup Agronomi, sistem pertanian di Indonesia, Tanaman dan faktor lingkungan serta konsep aliran energi, upaya peningkatan produksi dan Faktor penghambatnya, perbanyakan tanaman, pengelolaan lahan dan lingkungan dan panen serta pasca panen